PT. TELKOM Kucurkan Rp.7 Milyar untuk UKM di Riau

PEKANBARU (RP) – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), menyiapkan anggaran tak kurang dari Rp7 miliar untuk mendukung program pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Provinsi Riau.

Program tersebut tertuang dalam rencana kerja program kemitraan perusahaan milik pemerintah tersebut saat penandatanganan memorandum of undersanding (MoU) di Hotel Dyan Graha Pekanbaru yang dihadiri puluhan mitra.

Untuk tahap awal, atau triwulan I, PT Telkom sudah mencadangkan dana Rp1,2 miliar untuk 50 mitra binaan dari beberapa sektor industri, di antaranya perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan serta aneka jasa lainnya.

‘’Ini baru tahap awal, untuk 2011 ini. Kita targetkan, hingga akhir tahun bisa tercapai Rp7 miliaran,’’ ungkap Manager PT Telkom Riau daratan, Taufiqurokhman didampingi Manager Commerce RO, Alfi Sumarta serta Adlin Asman, CDC PT Telkom Ridar di sela-sela acara yang juga diikuti pelatihan internet bagi para pelaku usaha.

Dikatakan Taufiq, penandatanganan MoU ini penting bagi PT Telkom sebagai bentuk pembinaan maupun pemberdayaan masyarakat sesuai program PKBL di lingkungan BUMN.

Untuk Riau, ditambahkan dia, jumlah alokasi program kemitraan ini terus berkembang dari tahun ke tahun. Sebut saja terhitung 2002 lalu, penyaluran program kemitraan ini sebesar Rp1,083 miliar. 2003 jumlahnya naik dua kali lipat jadi Rp2,231 miliar.

Pada 2004, jumlah penyaluran bertambah jadi Rp3,1 miliar, 2005 sebesar Rp926 miliar, 2007 berkisar Rp4,68 miliar, 2008 sebesar Rp5,97 miliar, 2009 sebesar Rp2,558 miliar, 2010 sebesar Rp6,06 miliar serta 2011 pada triwulan pertama Rp1,2 miliar.

Dikatakan dia, bukan jumlah yang jadi patokan program ini. Lebih jauh, ini ditujukan untuk menyentuh kemajuan bagi para pelaku usaha yang jadi mitra binaan PT Telkom.

Dicari, Mitra PON
Dalam kesempatan yang sama, unsur pimpinan PT Telkom, Adlin juga menyebutkan, PT Telkom kini juga sedang mencari beberapa mitra yang memang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan PON di Riau.

‘’Kita masih menunggu kalau ada mitra yng ingin berkiprah guna mendukung sukses pelaksanaan PON. Bisa saja dalam bentuk kerajinan atau kreativitas usaha,’’ucap dia.

Untuk jadi mitra pun, tak terlalu rumit. Karena peserta cukup mendaftar sesuai persyaratan kemitraan, berupa usaha perseorangan, memenuhi persyaratan perbankan, punya agunan, berpotensi dan prospek usaha dan sudah beroperasi selama setahun.

Sementara itu, salah seorang pelaku usaha yang pernah sukses memanfaatkan program kemitraan ini, Suhaimi menyebutkan, dia sangat terbantu dengan program ini.

‘’Saat pertama kali mengembangkan pemeliharaan patin, saya sempat sulit dapat pinjaman dari perbankan. Telkom jadi yang pertama memberi pinjaman waktu itu dan kini usaha saya sudah lumayan,’’ ungkap pria perintis pengembangan ikan patin di Desa Koto Mesjid Kabupaten Kampar itu.

Kini, pihaknya sudah memiliki lahan pengembangan patin seluas  7 hektare dan akan terus berkembang. Keberhasilan itu ternyata kini juga berkembang di seluruh desa.

Kini, hampir 50 hektare lahan yang digunakan mampu mendukung penyediaan ikan patin untuk keperluan masyarakat Riau bahkan luar Riau seperti Jambi, Sumbar dan Sumut.(bud)


Sumber :
http://riaupos.co.id

 


300 UKM Riau Diikutkan Pelatihan Wirausahawan Nasional

Sebagai  tindak lanjut dari pencanangan Gerakan Wirausahawan Nasional beberapa waktu lalu, akan digelar pelatihan wirausahaan nasional untuk 300 pelaku UKM Riau.

Riauterkini-PEKANBARU- Dijadwalkan pada akhir Mei ini digelar pelatihan wirausahaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Provinsi Riau. Pelatihan tersebut sebagai tindak lanjut dari pencanangan Gerakan Wirausahawan Nasional tingkat Provinsi Riau beberapa waktu lalu. Pelatihan ini tidak hanya digelar di Riau, tetapi serentak dilakukan di seluruh Indonesia dan secara simbolis dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari Jakarta.

"Pada akhir bulan ini akan digelar pelatihan kewirausaan kepada 300 pelaku UKM di Riau agar lebih maksimal untuk dikembangkan menjadi usahawan," jelas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Riau Raja Indra Bangsawan saat berbincang dengan riauterkini di ruang kerjanya, Jumat (13/5/11).

Dijelaskan Raja Indra, selama ini para pelaku UKM di Riau, sebagian besar, masih mengelola usahanya dengan tradisional. Sehingga proses bertumbuhannya lambat, bahkan banyak yang tidak berkembang. Karena itu, dalam pelatihan tersebut, mereka akan mendapat pembekalan mengenai pengelolaan usaha yang lebih modern dan berprospek untuk dikembangkan.

Dicontohkan Indra Bangsawan, pelaku UKM bidang makanan di Riau sampai sekarang cenderung konfensional dalam arti kurang memiliki inovasi. "Kalau sudah laku mereka sudah puas. Tidak ingin mengembangkan lebih besar dengan membuat inovasi," tukasnya.

Dalam pelatihan tersebut, kepada para pelaku UKM kuliner akan diberi bekal ketrampilan membuat kemasan dan keberagaman produk dari aspek citra rasa. "Kalau sekarang kuenya satu rasa, nantinya bisa dikembangkan menjadi beberapa rasa. Demikian juga dengan kemasan dan tampilannya, harus lebih dimodifikasi," demikian penjelasannya.***(mad)


 

 
 
 
 
Riaupromo.com - situs promosi Riau
 
website